aqidahBukuBuku Fiqih IbadahHasmi JakartaHeadlineKajianMarkas Hasmi JakartaMateri PilihanProgram

Aqidah Dan Fiqih Ibadah-Bab IV Wudhu

BAB IV WUDHU

  1. Wudhu adalah mencuci dan membasuh anggota-anggota tubuh yang ditentukan oleh syari`at dengan menggunakan air suci mensucikan.
  2. Keutamaan berwudhu: mendapat banyak pahala, dapat menghapuskan dosa dan mengangkat derajat seorang muslim yang mengerjakannya. Setiap kali seorang muslim berwudhu, maka akan gugur dosa-dosa yang melekat di setiap bagian tubuh yang dicucinya bersamaan dengan tetesan air yang jatuh. Sehingga, saat dia selesai berwudhu, dia keluar dalam keadaan suci dari dosa-dosa kecil yang selama ini melekat di anggota tubuhnya.
  3. Rukun-rukun wudhu adalah: Niat, Membasuh muka satu kali dari tepi atas dahi sampai tepi bawah dagu dan dari pinggir telinga kanan sampai pinggir telinga kiri, Membasuh kedua tangan sampai melewati siku, Mengusap kepala dari batas terakhir wajah hingga tengkuk, Membasuh kedua kaki hingga melewati mata kaki, Tertib dalam membasuh anggota-anggota wudhu, Tidak terputus antara satu rukun wudhu dengan rukun lainnya.
  4. Ada beberapa sunnah yang sangat dianjurkan untuk dipenuhi dalam melaksanakan wudhu, yaitu: Memulai dengan bismillah, Bersiwak, Membasuh telapak tangan 3 kali sewaktu hendak memulai wudhu, Berkumur-kumur, Memasukkan air ke hidung kemudian mengeluarkannya, Menyela-nyela jenggot, Menyela-nyela jari-jari kedua tangan dan jari-jari kedua kaki, Mengusap kedua telinga bagian dalam dan bagian luar satu kali, Membasuh masing-masing anggota wudhu 3 kali (kecuali mengusap kepala dan telinga cukup 1 kali), Memulai basuhan dari bagian yang kanan saat membasuh kedua tangan dan kaki dan Berdoa setelah berwudhu.
  5. Tata Cara Wudhu’ yang diajarkan Rosululloh  adalah: Niat berwudhu’ dalam hati, tanpa diucapkan dengan lisan. .ِبْسِم , Mengucapkanِاللِ , Membasuh kedua telapak tangan tiga kali, Madhmadhoh (berkumur-kumur), Istinsyaq (menghirup air ke hidung dengan sekali nafas sampai ke ujung hidung yang paling dalam), kemudian Istintsar (menyemburkan air dari ujung hidung) sebanyak tiga kali, Membasuh muka tiga kali, mulai dari ujung kepala tempat tumbuhnya rambut (ujung kening) sampai jenggot, termasuk ujung-ujung telinga dan sendi-sendi antara jenggot dan telinga, Membasuh kedua tangan tiga kali, mulai dari ujung jari-jari telapak tangan hingga melewati siku, dimulai dari tangan kanan, Mengusap kepala satu kali, yaitu dengan membasuh kedua tangan terlebih dahulu, lalu mengusapkannya ke depan kepala hingga bagian belakangnya, lalu menjalankannya kembali ke depan. Setelah pekerjaan ini selesai, dilanjutkan dengan mengusap kedua telinga satu kali, dengan air sisa mengusap kepala, yaitu dengan memasukkan kedua telunjuk ke lubang telinga, sedangkan kedua ibu jari membasuh bagian luarnya, Membasuh kedua kaki sampai melewati mata kaki tiga kali, mulai dari ujung jari-jari kaki hingga dua mata kaki, dimulai dari kaki kanan dan Berdoa.
  6. Hal-hal yang membatalkan wudhu: Apa saja yang keluar dari qubul maupun dubur, sedikit atau banyak, Tidur, Menyentuh kemaluan dan anus dengan telapak atau jari-jari tangan tanpa menggunakan alas atau pembatas, Hilang akal, apapun sebabnya baik karena gila, pingsan, mabuk, minum obat atau pengaruh bius, Menyentuh wanita dengan syahwat, Murtad (keluar dari agama Islam) dan Makan daging onta.
  7. Wudhu wajib dilakukan untuk ibadah-ibadah sholat, thowaf dan menyentuh mushaf.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker