aqidahBukuBuku AqidahBuku Fiqih IbadahHasmiHasmi JakartaHeadlineKajianKartu DakwahMarkas Hasmi JakartaMateri PilihanNewsProgramProgram2Safari DakwahTebar Kebaikan

BAB IX SYIRIK | Aqidah dan Fiqih Ibadah

BAB IX SYIRIK

1. Lawan dari tauhid adalah syirik atau kesyirikan. Arti syirik adalah memberikan sifat-sifat atau hak-hak Alloh atau memberikan peribadatan yang seharusnya hanya dipersembahkan kepada Alloh kepada dzat selain-Nya, baik sebagian atau seluruhnya. Demikian juga yang termasuk syirik adalah menyamakan Alloh dengan makhluk- Nya, atau menjadikan suatu dzat sebagai tandingan-Nya dalam hal apapun juga.

2. Dari segi besar dan kecilnya, syirik terbagi dua bagian, yaitu syirik akbar dan syirik ashghor. Syirik akbar adalah syirik yang menyebabkan pelakunya keluar dari agama Islam. Sedangkan syirik ashghor adalah perbuatan-perbuatan, baik perbuatan hati, lisan atau pun anggota badan, yang masuk dalam kategori syirik tetapi tidak sampai mengeluarkan pelakunya dari Islam.

3. Pada umumnya, semua perbuatan syirik adalah syirik akbar, tetapi ada beberapa perbuatan tertentu yang dikeluarkan dari keakbarannya dengan nash-nash tertentu dan akhirnya menjadi syirik ashghor. Walaupun syirik ashghor tidak mengkafirkan seseorang, tetapi syirik ashghor adalah dosa yang sangat besar.

4. Syirik akbar adalah perbuatan yang sangat keji, yang tidak akan diampuni oleh Alloh di akhirat nanti, apabila pelakunya tidak bertaubat ketika di dunia sebelum meninggal. Meruntuhkan seluruh amal perbuatan pelakunya, bagaimana pun besar amal perbuatan tersebut, dan menjadikan pelakunya orang musyrik yang kekal di Jahannam walau pun dia mengucapkan dua syahadah dan beramal sholeh yang banyak sekali.

5. Syirik ashghor adalah perbuatan-perbuatan yang ditunjukkan oleh nash-nash tertentu, baik langsung maupun tidak langsung, sebagai kesyirikan, tanpa menjadikan pelakunya sebagai seorang musyrik yang keluar dari Islam.

6. Syirik ashghor tidak meruntuhkan semua amal pelakunya, tetapi hanya meruntuhkan amal tertentu yang dimasuki syirik ashghor tersebut.

7. Syirik ashghor dikategorikan sebagai dosa-dosa besar yang pelakunya masih mungkin diampuni pada hari kiamat kelak. Walaupun syirik ashghor tidak sekeji syirik akbar, tetapi syirik ashghor dapat menyeret pelakunya kepada syirik akbar.

8. Syirik ashghor terbagi dalam dua bagian, yaitu:

A. Syirik ashghor zhohir (nyata): syirik ini berbentuk perbuatan dan perkataan, seperti:

1) Bersumpah dengan selain nama Alloh seperti mengatakan “demi nabi, demi hidupmu” dan sebagainya. Perbuatan ini termasuk syirik ashghor, selama pelakunya tidak bermaksud menyamakan Alloh dengan makhluk-Nya.

Apabila dalam hatinya dia meyakini bahwa Alloh sama dengan makhluk- Nya, maka bersumpah dengan nama makhluk adalah syirik akbar.

2) Perkataan “kalau bukan karena Alloh dan karena si fulan”.

3) Memakai gelang dan yang sejenisnya, baik dari logam, benang atau selainnya, untuk menolak kecelakaan atau mendapatkan kebaikan.

Perbuatan ini dikategorikan dalam hadits sebagai suatu kesyirikan. Amal seperti ini masuk kategori syirik ashghor, akan tetapi ketika dikerjakan sebagai suatu sebab untuk mendapatkan kebaikan dari kesanggupan benda itu sendiri, selain dari Alloh maka perbuatan itu adalah syirik
akbar.

B. Syirik ashghor khofi (tersembunyi): di antaranya riya’ yaitu memperbagus suatu amal shaleh yang pada asalnya dikerjakan untuk Alloh namun kemudian ditujukan untuk mendapatkan pujian dari orang lain. Maka gugurlah amal tersebut.

9. Karena syirik adalah lawan dari tauhid, maka syirik pun dapat dibagi seperti pembagian tauhid (pembagian macam-macam tauhid dan syirik adalah masalah pemahaman saja), yaitu syirik pada rububiyah, syirik pada asma’ wa sifat dan syirik pada uluhiyah.

10. Syirik pada rububiyah adalah lawan dari tauhid rububiyah. Yaitu memberikan sebagian atau seluruh rububiyah Alloh kepada dzat lain. Seperti mempercayai adanya pencipta, penguasa mutlak, pemberi rezeki, penghidup, pemati dan sebagainya selain dari Alloh

11. Syirik dalam asma’ wa sifat, seperti menyamakan Alloh dengan
makhluk-Nya, baik dalam dzat, sifat-sifat, ataupun nama-nama-Nya yang khusus hanya bagi-Nya. Syirik dalam rububiyah dan asma’ wa sifat memiliki hubungan yang hampir tidak dapat dipisahkan dan dibedakan.

12. Syirik dalam uluhiyyah, seperti halnya tauhid uluhiyyah, terbagi menjadi tiga bagian:

1) Syirik dalam nusuk: yaitu melakukan praktek peribadatan untuk selain Alloh , seperti sholat, puasa, kurban, doa, nadzar, dan
lainnya tidak untuk Alloh . [QS. al-‘Ankabut (29): 65]

2) Syirik dalam hakimiyyah: yaitu memberikan kepada dzat selain Alloh hak-hak untuk menentukan hukum. Juga dengan menyingkirkan hukum-hukum Alloh dari kehidupan umat dan menggantinya dengan hukum-hukum makhluk-Nya. Atau menerapkan sebagian hukum-hukum Alloh dan menolak sebagiannya.

Menganggap hukum-hukum Alloh sudah tidak cocok lagi pada zaman tertentu, atau hukum selain hukum Alloh lebih baik atau sama dengan hukum-Nya.

Menganggap bahwa penerapan hukum Alloh tidaklah wajib seperti wajibnya menerapkan hukum-hukum lainnya.

3) Syirik dalam al-wala’ dan al-baro’: yaitu memberikan al-wala’ kepada kaum kuffar dan kekufuran, menolong kaum kuffar dalam memerangi kaum Muslimin atau membalikkan al-wala’ wa al- baro’ yaitu memberikan wala’ kepada setan dan pengikutnya, dan dengan memberikan baro’ kepada Alloh , agama-Nya dan kepada kaum Mukminin.

Semua macam syirik tersebut mengekalkan pelakunya dalam api Jahannam pada hari kiamat nanti, walaupun sang pelaku memiliki kebaikan yang bergunung-gunung banyaknya. [QS. al- Ma’idah(5): 80-81]

13. Di antara bentuk syirik yang banyak terjadi pada umat ini dan umat- umat sebelumnya adalah sihir. Sihir adalah perbuatan yang dihasilkan oleh adanya kesepakatan antara seorang manusia dengan setan.

14. Dengan mempersembahkan peribadatan tertentu kepada setan, maka seseorang akan mendapatkan bantuan untuk mendapatkan hal-hal tertentu yang diinginkannya.

Seperti menceraikan antara sepasang suami istri, menjadikan seorang benci kepada selainnya atau sebaliknya, menjadikan seseorang mencintai orang lain, menyebabkan timbulnya suatu penyakit pada seseorang, mengelabui pemandangan dan lainnya.

Banyak lagi macam-macam sihir yang ada pada zaman dahulu dan sekarang, khususnya yang muncul pada akhir-akhir ini dengan nama-nama baru, seperti paranormal, orang pintar dan lainnya.

15. Sihir mempunyai hakikat yang nyata benar-benar ada, bukan hanya khayalan dan tipu muslihat kosong. Kalau tidak demikian, niscaya kita tidak diperintahkan untuk berlindung kepada Alloh dari kejahatan-kejahatan tukang sihir.

16. Hukuman bagi sahir atau tukang sihir adalah dipenggal kepalanya.

17. Doa merupakan bentuk peribadatan yang sangat besar, maka barangsiapa berdoa kepada selain Alloh berarti dia telah berbuat
syirik kepada-Nya, dengan syirik akbar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker