BukuHasmiHasmi JakartaHeadlineMarkas Hasmi JakartaMateri PilihanPanduan RamadhonProgram

MENYELAMI KEMULIAAN ROMADHON | Panduan Ramadhon

MENYELAMI KEMULIAAN ROMADHON

Bulan Romadhon dengan segenap keberkahannya telah datang. Sungguh mulia bulan yang datang ini. Nabi selalu memberi kabar gembira kepada para sahabatnya dengan kedatangan bulan Romadhon.

Abu Huroiroh menuturkan bahwa Nabi selalu memberi kabar gembira kepada para sahabatnya dengan bersabda:

Telah datang kepada kalian bulan Romadhon, bulan yang penuh berkah, Alloh mewajibkan puasa atas kalian di dalamnya. Pada bulan ini pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka Jahim ditutup, setan-setan dibelenggu dan di dalamnya ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa yang diharamkan mendapatkan kebaikan malam itu, maka ia telah diharamkan.” (HR. Ahmad, dishohihkan al-Arna‟uth).

Sebagian ulama berkata:

Hadits ini menjadi landasan hukum atas perintah mengucapkan selamat datang terhadap bulan Romadhon.

Bagaimana mungkin seorang Mukmin tidak bergembira dengan dibukanya pintu-pintu surga? 

Bagaimana seorang pendosa tidak bergembira dengan ditutupnya pintu-pintu neraka?

Bagaimana seorang yang berakal tidak bergembira dengan dibelenggunya setan-setan?

Waktu seperti apakah yang menyamai bulan Romadhon?

Dahulu, sebagian generasi salaf selalu berdoa untuk kedatangan bulan Romadhon. Untuk lebih memahami kemuliaan bulan Romadhon, marilah kita baca dengan seksama beberapa point penting berikut ini:

1. Keutamaan Bulan Romadhon.

Kedatangan bulan Romadhon dan berpuasa didalamnya adalah nikmat Alloh yang agung bagi orang-orang yang dikehendaki-Nya.

Hal ini ditegaskan oleh sebuah hadits Rosululloh dari Abu Huroiroh yang menuturkan:

Ada dua orang laki-laki dari negeri Qudho’ah yang masuk Islam di hadapan Nabi. Laki-laki yang pertama gugur sebagai syahid dalam peperangan bersama Rosululloh, sedang yang kedua wafat setahun sesudahnya. Tholhah bin Ubaidillah (salah seorang sahabat yang utama) berkata:

Aku bermimpi melihat surga, lalu aku melihat orang yang mati syahid itu didahului oleh temannya ketika masuk surga, aku heran karenanya. Keesokan harinya aku sampaikan hal itu kepada Rosululloh .

Beliau bersabda: Apakah yang kalian herani dari mimpi tersebut? Bukankah ia sempat berpuasa Romadhon setelah kematian temannya, ia pun telah sholat enam ribu rakaat atau sekian-sekian rakaat sholat sunnah? Para sahabat menjawab: Ya, benar. Maka Rosululloh bersabda:

Sesungguhnya perbedaan tingkatan antara keduanya lebih jauh dari jarak antara langit dan bumi. (HR. Ahmad, dishohihkan al-Albani ) 

Alloh telah mengistimewakan bulan Romadhon secara spesifik dengan menurunkan Kitab-Nya yang teragung untuk umat temulia. Dengan keistimewaan ini, Alloh mengkhususkan bulan Romadhon dengan firman-Nya:

Beberapa hari yang ditentukan itu adalah) bulan Romadhon, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur‟an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). (QS. al-Baqoroh [2]: 185).

Itulah Al-Qur’an yang agung, dengannya Alloh mengeluarkan umat manusia dari kegelapan menuju cahaya, turun pada bulan yang agung ini. Maka, adakah keutamaan yang melebihi keutamaan ini?

2. Terbukanya Pintu Surga dan Tertutupnya Pintu Neraka.

Pada bulan ini, pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup. Saudaraku seiman, sudahkah kita mencerna makna bahwa pintu-pintu surga terbuka lebar bagi orang-orang yang mengharapkannya, sedangkan pintu neraka tertutup rapat?

Keistimewaan ini tidak terdapat pada bulan yang lain, maka kenalilah kemuliaan bulan agung ini. Kita semua tidak tahu, bila kita tidak juga masuk surga ketika pintu-pintu terbuka, kapan lagi kita bisa memasukinya?

Bila kita tidak juga menjauh dari neraka ketika pintu-pintunya tertutup rapat, kapan lagi kita menjauh darinya?

Semoga Alloh memberi maaf kepada kita semua.

Rosululloh bersabda:

Semenjak malam pertama bulan Romadhon setan-setan dan jin yang durhaka dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup, tiada satupun pintu yang terbuka dan ada penyeru yang berseru: Wahai pencari kebaikan, kemarilah.              Wahai pencari keburukan, kembalilah.                       (HR. Tirmidzi, dishohihkan al-Albani).

3. Bulan Pengampunan Dosa dan Pembebasan dari Neraka.

Pada bulan Romadhon ada banyak sebab untuk diampuninya dosa dan dibebaskannya seorang hamba Mukmin dari neraka.                   Rosululloh bersabda:

Barangsiapa yang berpuasa di bulan Romadhon karena iman dan mengharap pahal (dari Alloh) maka diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. al-Bukhori dan Muslim).

Barangsiapa yang sholat malam di bulan Romadhon karena iman dan mengharap pahala (dari Alloh), maka diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. al-Bukhori dan Muslim).

4. Kesempatan Menjadi Kekasih Alloh.

Bulan Romadhon menjadi momentum bagi kita semua untuk masuk ke dalam barisan orang-orang besar.

Seorang laki-laki datang kepada Rosululloh seraya berkata, Wahai Rosululloh, bagaimana pendapatmu bila saya bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Alloh dan bahwa engkau adalah utusan Alloh, saya juga mendirikan sholat lima waktu, menunaikan zakat, berpuasa dan bangun malam di bulan Romadhon, termasuk golongan siapakah saya?

Beliau bersabda: Termasuk golongan orang-orang yang jujur (shiddiq) dan syahid. (HR. Ibnu Hibban, dishohihkan al-Albani).  

5. Pembebasan dari Neraka di Setiap Malamnya.

Pada setiap malam di bulan Romadhon, Alloh  mempunyai hamba-hamba yang dibebaskan dari neraka. Oleh karena itu, jadikanlah diri kita termasuk mereka yang dibebaskan, niscaya kita akan berbahagia di dunia dan akhirat.

Rosululloh  bersabda: Alloh mempunyai hamba-hamba yang dibebaskan (dari neraka) pada setiap kali waktu berbuka. (HR. Ahmad, dishohihkan al-Albani).

Benar, kita begitu sering mengucapkan, Ya Alloh, bebaskanlah diri kami dari api neraka!, tetapi ternyata, kita belum memahami makna ucapan tersebut dengan selayaknya.

Dalam ayat yang lain disebutkan, Mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. Maka makna pembebasan adalah berlepas diri dari kepemilikan, yaitu kepemilikan neraka atas diri manusia.

6. Bulan Terkabulnya Doa.

Sesungguhnya Alloh mempunyai hamba-hamba yang dibebaskan (dari neraka) setiap hari dan setiap malam, masing- masing hamba itu memiliki doa yang dikabulkan.” (HR. Ahmad, dishohihkan al-Albani).

Beliau juga bersabda, Ada tiga golongan orang yang tidak ditolak doanya. Beliau menyebutkan salah satunya, Orang yang berpuasa hingga ia berbuka.” (HR. Ahmad, dishohihkan al-Albani).

7. Puasa Memberi Syafaat Kepada Pelakunya.

Rosululloh  bersabda: Puasa dan Al-Qur’an memberi syafaat kepada hamba pada hari kiamat. Puasa berkata, “Wahai Robbku, aku telah menahannya dari makan dan syahwat pada siang hari, maka berikanlah syafaat kepadaku untuknya.” Al-Qur’an berkata, “Wahai Robbku, aku telah menahannya dari tidur di malam hari, maka berikanlah syafaat kepadaku untuknya.” Lantas keduanya memberi syafaat kepada hamba tersebut.”                                              (HR. Ahmad, dishohihkan al-Albani).

8. Mendapatkan Kegembiraan Dunia dan Akhirat. 

Rosululloh bersabda: َ”Orang yang berpuasa itu mempunyai dua kegembiraan, yaitu: (1) ketika berbuka ia gembira karena berbukanya; dan (2) ketika menghadap Robbnya ia bergembira dengan puasanya.” (HR. Bukhori).

Pada zaman yang penuh dengan himpitan kedukaan dan kegelisahan ini, berapa banyak manusia yang mengharapkan hal-hal yang menghibur hati dan melapangkan dada. Ternyata dalam berbuka, ia menjumpai kegembiraan yang Alloh pancarkan ke dalam lubuk hatinya.

9. Meraih Syafaat al-Qur‟an.

Hubungan antara Romadhon dan Al-Qur’an sangat kuat, ikatannya amat erat.

Sebagaimana yang kita ketahui, Al-Qur’an adalah kitab Alloh yang abadi, dengannya Alloh mengeluarkan umat ini dari kegelapan menuju cahaya.

Ibnu Rojab al-Hambali memberi keterangan bahwa Al-Qur’an memberi syafaat kepada orang yang ia tahan dari tidur malam.

Barangsiapa yang membaca Al-Qur’an dan bangun malam dengan membacanya, ia telah memenuhi hak Al-Qur’an sehingga Al-Qur’an akan memberinya syafaat.

Adapun orang yang hidup bersama Al-Qur’an (para pembaca dan penghafalnya), tetapi ia tidur darinya pada malam hari dan tidak mengamalkannya pada siang hari, maka Al-Qur’an akan mengambil posisi bermusuhan dengannya dan akan menuntut hak-haknya yang telah ia abaikan.

Ibnu Rojab juga membawakan sebuah hadits:

Rosululloh adalah manusia yang paling dermawan, sedangkan pada bulan Romadhon, ketika Jibril menemuinya, beliau menjadi lebih dermawan lagi. Adapun Jibril selalu menemui beliau setiap malam pada bulan Romadhon untuk mengajarinya al-Qur’an. Adalah Rosululloh, ketika Jibril menemuinya, lebih dermawan dari angin yang berhembus.”           (HR. al-Bukhori dan Muslim)

Ibnu Rojab juga berkata, Hadits ini menunjukkan bahwa sunnah hukumnya jika kita mempelajari Al-Qur’an di bulan Romadhon dan berkumpul untuk mengkajinya, serta memperdengarkan bacaan al- Qur’annya kepada orang yang lebih menguasai.

Dalam hadits tersebut juga terdapat dalil bahwa mustahab hukumnya memperbanyak membaca Al-Qur‟an pada bulan Romadhon.”

Dalam hadits disebutkan bahwa mudarasah (pembelajaran) Al-Qur’an antara Jibril  dan Nabi  terjadi pada malam hari, hal itu menjadi dalil disunnahkannya memperbanyak bacaan Al-Qur’an pada malam hari.

Sebab pada malam hari segala kesibukkan dunia mereda dan kehendak hati menjadi lebih terarah, sedangkan hati dan lisan juga lebih fokus untuk merenungkan al-Qur’an.

Sebagaimana firman Alloh, “Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.‟ (QS. al-Muzzammil [73]: 6)

Rosululloh bersabda:ََََََََََََُُُُُْ Barangsiapa yang membaca seratus ayat dalam satu malam, maka akan dicatat untuknya qiyamullail semalam penuh.” (HR. Ahmad, dishohihkan Albani).

Pada hari kiamat Al-Qur’an akan datang seraya berkata:

Wahai Robbku, hiasilah ia.

Maka dikenakan mahkota kemuliaan kepadanya.

Al-Qur’an berkata lagi.

Wahai Robbku, tambahkanlah kepadanya.

Maka dikenakan jubah kemuliaan kepadanya.

Kemudian Al-Qur’an berkata lagi.

Wahai Robbku, ridhoilah ia.

Maka Alloh pun meridhoinya.

Lalu dikatakan kepada orang itu.

Baca dan naiklah.

Dan akan ditambahkan setiap kebaikan dari satu ayat yang dibaca.

(HR. at-Tirmidzi, dishohihkan al-Albani  )

Demikianlah, sekiranya umat ini memahami Al-Qur’an yang mereka baca, mengetahui hak-haknya dan merasakan kelezatannya serta menghidupkan malam dengannya, niscaya rasa kantuk akan terbang meninggalkan mereka disebabkan kegembiraan atas karunia Alloh yang mereka dapat.

Demikianlah beberapa kemuliaan yang terdapat pada bulan Romadhon, bulan yang penuh berkah.

Marilah kita camkan nasihat seorang salafush sholeh, Hasan al-Bashri  yang berkata:

Jika engkau mendapati bulan Romadhon, maka janganlah engkau bisikkan dalam jiwamu bahwa engkau masih akan mendapatinya pada tahun yang akan datang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker